Rabu, 30 Juni 2010

Kenapa Anak Saya Tidak Pintar Sekolahnya?

Bingung ya bu dengan nilai akademik anak kok tidak pernah mendapat ranking disekolahnya. Eiitts, jangan dimarahi dulu bu anaknya. Tidak ranking bukan berarti dia bodoh. Berikut ini mari kita telusuri kenapa anak kita tidak mendapat ranking disekolahnya atau kenapa anak kita selalu mendapat nilai jelek.

Penelusuran:
Ibu bisa ngobrol dengan anak waktu sore hari. Jangan terlalu serius. Lontarkan pertanyaan-pertanyaan mudah seperti "enak ngga sekolahnya","temen-temen nakal ngga","pelajaran apa sih yang paling kamu suka dan ngga kamu suka","gurunya galak ngga","lebih enak belajar teori atau praktek". Ingat semua jawaban anak. Atau kalau tidak bisa, minta tolong kepada suami/orang lain untuk mencatatkan secara diam-diam. Setelah mendengar jawaban anak, ibu pasti tahu penyebab anak tidak mendapat nilai bagus disekolahnya. Terus beri dorongan agar anak benar-benar mau giat belajar. Ya meskipun tidak ranking tidak apa-apa bu. Yang pasti jangan ada nilai 6 atau C. Minimal 7 atau B ya.

Mungkin anak anda tidak suka dengan teori. Ajaklah para ibu/orang tua untuk menyampaikan saran ke pihak sekolah, jangan hanya memberikan teori saja. Saat menerangkan disertai gambar-gambar lucu atau dengan bernyanyi, video interaktif, atau setiap seminggu sekali usulkan untuk menonton film kartun edukatif bersama. Jika anak hanya dipaksa dengan mendengar dan memperhatikan papan tulis saja, saya yakin pasti sebagian besar anak-anak bosan.

Belum ada peningkatan nilai ya bu. Tetap tenang. Alihkan semua pikiran tentang anak tidak pintar pasti tidak dapat meraih cita-cita. Semua itu hanya bohong belaka. Masih ada cara lain. Kembangkan minat anak dan bakat anak. Misalnya, kalau anak anda suka menggambar, berikan peralatan menggambar. Jika kemampuannya terasah, pasti dia akan menjadi pelukis hebat, atau buat perencanaan besok saat anak masuk kuliah sarankan anak masuk ke design grafis, atau seni rupa/lukis, atau design interior. Rencanakan mulai sekarang.

Anak anda suka bermain ketimbang belajar di kamarnya?. Berpikirlah positif ya bu. Jangan beranggapan anak suka main berarti dia tidak pintar. Belum tentu. Tetap beri waktu kepada anak untuk bermain bersama temannya, tetapi jangan sepanjang hari. Buat jadwal berapa jam anak boleh bermain diluar sana. Dengan bermain bersama temannya, anak akan belajar bersosialisasi. Berbeda dengan anak yang hanya belajar saja kegiatannya. Anak yang tidak pernah bergaul akan terdidik menjadi anak yang kaku, tidak perduli lingkungan bahkan tidak pandai berbicara (pemalu). Ibu pasti akan sangat bangga, jika anaknya pandai bersosialisasi dan pandai sekolahnya/mempunyai bakat menonjol. Ayo ibu, yang semangat. Berpikiran positif dan berusaha mendorong anak untuk tetap balajar ya.

Temani anak saat belajar. Ketika kita tidak bisa menjawab pertanyaan anak, jujur saja ya bu kalau kita memang tidak bisa. Berjanjilah kepada anak, besok anda akan mencarikan orang yang tepat untuk menjawabnya. Mungkin anda tidak jago matematika. Tetapi paling tidak anda mencari orang yang lebih tahu, dan anda mempelajarinya lebih dahulu. Kemudian sampaikan kepada anak anda. Hmmm, mengakui bahwa anda memang tidak jago tidak akan menyurutkan keinginan anak untuk tetap bertanya kepada anda. Karena anak anda paling tahu, bahwa ibunya yang paling jagoan. Hihihihi


Selamat mencoba Ibu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar